Kamis, 16 Oktober 2014

KETIKA "SUSAH" MOVE ON

Selamat malam, Haters Of Move On . Hahaha

Move on ? Hahaha lucu banget. Apa sih tuh move on ? Sorry gue gak kenal. Hahah cielah .. Menurut saa move on itu lama-kelamaan menghapuskan kesetiaan seseorang. Begitu menurut saya, coba liat saja, orang-orang yang berhasil move on. Pasti mantannya banyak . Hahah itu tandanya, dia tidak memiliki rasa juang untuk mempertahankan suatu pilihan yang telah ia putuskan di awalnya. Setia tidak ada baginya, setianya cuma setia abal-abal, cuma indah waktu pacaran. Waktu sudah putus. ngomongnya cuma "siapa ya? masa lalu keless". Itu menurunkan derajat orang loh.

Kalau menurut saya pribadi, mantan itu pelajaran besar buat kamu, bisa jadi masa lalumu adalah masa depanmu. Bagaimana teman ? Setuju .. Kalau tidak setuju, pulang sana. Hahaha... Move On, yang sering di sebutkan ke seseorang yang baru saja putus cinta nan masih membayangi mantannya. Kalau saya sih, saya tidak dengar apa yang orang katakan, di suruh move on, cuma di ladeni di omongan saja, tidak di lakukan dengan perbuatan. Kenapa mesti terhasut dengan orang lain, kalau kita sendiri yang tau yang pantas buat kita, kita yang merasakan kan ? Bukan mereka-mereka yang menghasut. Haha, seperti judul postingan ini, di kata susah, saya sengaja kasih tanda petik (""). Soalnya banyak makna/kata yang sebenarnya bisa menggantikan kata susah itu sendiri. Bisa saja Ketika Malas Move On. Haha. kalau saya sendiri sih, malas + memang gak mau. Hahah

Dulu sempat dapat gambar yang di dalamnya bertuliskan, "Ya Tuhan, jika memang dia bukan jodohku, maka jangan biarkan jodohnya selain saya" . Hahah doanya pemaksaan banget. Tapi apalah arti kesetiaan. Hehehe. Yang buat saya malas juga tuk move on. Gue udah terlanjur bro. Terlanjur ya gitu. haha, gak usah di terangin, nanti tambah panjang postingan ini. Karena orang yang "susah" move on itu, sudah tau bahwa dialah yang pantas, dialah yang pantas untuk di perjuangkan, walaupun susah untuk di dapatkan, jika kita terus berusaha, dan bersabar, pasti kita akan mendapatkannya kembali. Dear orang yang susah move on :

"Sesuatu yang susah didapatkan itu pastinya sesuatu yang berharga, jika mudah, itu adalah hal yang murah/tak berharga" - Asdos

Selamat malam, dan selamat ngopii . Hehe

Senin, 13 Oktober 2014

KETIKA PERANG TELAH BERLALU

Salam, Selamat Siang semua ...

Sekarang, saya sudah merasa cukup bebas, beban hidup sudah ringan. Bisa di bilang Perang sudah berlalu. Perang di awal-awal masa perkuliahan sebagai Mahasiswa Baru, memang belum seutuhnya bebas. Namun sekarang, pribadi ini sudah bersyukur sudah bisa menghirup aroma kebebasan.

Perjuangan memang perlu keteguhan, kekuatan, dan kesabaran yang besar. Seperti apa yang sudah saya lalui. Sekarang mental sudah terbentuk, bukan mental kerupuk/lemah lagi. Sekarang Mental sudah kuat. Di sini kami di bentuk untuk tidak manja, taat aturan, dan paling penting, meninggikan solidaritas.

Masalah-masalah yang dulu seperti senioritas itu, sekarang sudah mulai memudar, telah mau menghilang, sekarang kita sudah hampir sederajat. Namun tetap seperti yang dulu, harus menghormati yang di atas kita. Yang dulunya penuh dengan rasa kekhawatiran yang disertai dengan ketakutan saat melakukan perkuliahan, kini mulai hilang. Sekarang sudah cukup merasa aman. Sekarang Sudah bisa Bebas sedikitlah. Kesyukuran yang amat mendalamm buat saya. 

Jurusan "G" itu memang keras, keras dalam artian yang baik. Hanya orang-orang yang pantaslah yang bisa masuk di jurusan ini. Dan kami adalah orang-orang yang terpilih di dalamnya. Dan kami adalah Penerus mereka, khusus kami yang telah mengikuti masa Pengkaderan di tahap awal ini dalam acara KIG yang lalu. Ilmu, pembentukan fisik, mental, jiwa, dan lain-lain. Semua telah saya dapatkan. Ketika perang telah berlalu, syukur adalah tindakan terakhir. Selanjutnya, pribadi ini akan lebih fokus dengan perkuliahan. 

Tidak tau mau berkata apa lagi, yang jelasnya saya sudah cukup puas dan bersyukur dengan hawa-hawa kebebasan ini. Mungkin inilah pembuktian dari kata :

"Kadang kita membenci sesuatu yang sebenarnya baik bagi kita, dan kadang kita menyukai sesuatu padahal buruk bagi kita" - Senior G

Selamat siang, dan selamat beristirahat/beraktifitas ...


Selasa, 07 Oktober 2014

KETIKA TERLALU BERHARAP

Salam ...

Harapan... Semoga harapan kita semua jadi kenyataan. Pasti itulah doa yang terucap secara lisan, maupun terpikirkan di benak kita ketika kita sedang mengharapkan sesuatu hal. Harapan merupakan sebuah langkah awal sebuah kebahagiaan. Namun kebahagiaan itu sendiri tak bakalan kita dapatkan tanpa adanya usaha yang membarengi harapan itu sendiri. Harapan tanpa usaha itu bisa di bilang suatu upaya yang sia-sia.

Berharap, kita boleh berharap semau kita. Boleh berharap tentang segala hal. Tapi berharap lah dengan logis. Hahah jangan berharap abal-abal. Ingat ...!! Berharap juga ada batasnya, jangan terlalu berharap terhadap suatu hal. Nanti gak kesampaian jadinya galau lagi. hehe .. Galau juga gak baik bagi kesehatan (berdasarkan riset pribadi).

Harapan, erat kaitannya dengan PHP (Pemberi Harapan Palsu). Entahlah yang salah siapa kalau ada yang terkena PHP. Yang salah bisa jadi yang memberi harapan, bisa juga yang berharap. PHP gak bakalan terjadi jika salah satu dari kedua unsur tadi gak ada. Haha intinya jangan terlalu berharap dengan seseorang tanpa adanya tanda-tanda dari orang tertentu. Bisa jadi orang tidak bermaksud memberimu harapan tapi kamunya yang sok-sok di beri harapan, dan ujung-ujungnya gak kesampean. Jadilah korban PHP extra. Hahah Terlalu berharap dan merasa, eh di PHP in lagi ..

Saran saya sih, kalau berharap, semestinya saja, sewajarnya saja, secukupnya saja, sepantasnya saja. Gak usah di paksain, kalau sudah kehendak Tuhan, bakalan dapat juga nantinya, yang penting di barengi usaha dan kemauan. 

"Kita boleh berharap memiliki sebuah sungai, tapi jangan berharap bisa memiliki lautan"

Sekian dan selamat malam ....

Minggu, 05 Oktober 2014

KETIKA YANG DULU PALING BERMAKNA

Assalamualaikum ..

Mantan ... Apa yang di pikirkan orang-orang ketika mendengar kata ini ? Mungkin, masa lalu ? Bekas ? Gak penting lagi ? Kenangan ? Mungkin masih banyak lagi yang orang-orang pikirkan tentang itu. Tapi kalau menurut saya, Mantan merupakan pelajaran terbesar dan bisa jadi mantan yang mereka bilang adalah masa lalu, menurut saya bisa jadi masa depan kita suatu saat nanti. Mungkin banyak orang yang tidak setuju dengan saya. Tapi saya yakin ada yang setuju dengan saya, terutama orang-orang yang masih memperjuangkan dan memiliki harapan dengan masa lalunya itu. Saya yakin, karena saya begitu. Heheh ..

Dengan perasaan dan keteguhan yang dimiliki sekarang, gak ada upaya baru lagi untuk mencari yang baru, karena pribadi kita sudah berpikir dialah (yang dulu) yang terbaik buat kita. Kata menjilat ludahnya sendiri di sini sudah tidak berlaku, soalnya bukan saya yang putusin, dianya malah, jadi bukan saya yang terkena "kata" tadi itu. Dianya pun gak bakalan kena "kata" itu juga, kan bukan dia yang memulai lagi nantinya, kan saya yang ngomong duluan. Hahah, jadi di sini gak ada namanya yang jelek-jelek kayak gitu.

Walaupun sekarang ku melihat wanita yang fisiknya lebih baik dari dia, tapi saya masih belum mendapatkan hati yang seperti dia. Cieee, haha. Dan satu hal lagi yang gak bisa membuat saya berpaling dari dia adalah keluarganya. Saya sudah terlanjur dekat dengan keluarganya. Sudah cukup akrab. Terutama dengan ayahnya, yang merupakan guru andalan saya . Hahaha, dengan bapaknya saya sudah dekat sakali, mengalahkan dekat dengan anaknya sendiri -_-. Saya dulu menjalin hubungan dengan anaknya gak pernah di ajakin bicara, tatap muka pun jarang. Karena menurut guru agama saya, kalau sedang menjalin hubungan(berpacaran) itu harus pintar jaga jarak biar nafsu tak melewati batas pemikiran. Nanti ujung-ujungnya ke yang buruk-buruk. jadinya saya begitu saja. Berhubungan dan jarang sekali untuk bicara langsung. Soalnya kalau bicara berdua, saya malu dianya juga malu, jadi komunikasinya gak awet gitu. Hahaha...

Dia memang gak sempurna, kan di dunia ini gak ada yang sempurna. Yang sempurna cuma Pencipta kita semua. Memang ada kalimat , kalau manusia itu mahluk paling sempurna. Menurut ajaran biologi, manusia itu tergolong hewan, dan bisa mewakili hewan, tapi manusia itu hewan yang lebih baik dan kompleks dari hewan lain. Jadi itulah kenapa manusia di katakan sebagai manusia paling sempurna. Sempurna di bandingkan dengan Mahluk yang di ciptakan oleh Yang Lebih Maha Sempurna.

Intinya di sini, saya masih menunggu dan berjuang, menunggu waktu yang pas, jangan sampai dianya di ambil orang duluan, walaupun dia tua 1 tahun dari saya, itu bukan masalah. Kata orang, usia bukan penghalang bagi dua pasangan yang berhubungan. cielaah .. haha.. Saya akan tetap sabar menunggu ...

"Kesetiaan itu akan menuggu sesuatu meskipun dia tahu apa yang dia tunggu itu tak akan kembali lagi"

Wassalam ...

KETIKA KULIAH DI HANTUI SENIORITAS

Perkuliahan, jenjang yang di idam-idamkan oleh banyak orang. Mereka berpikir, perkuliahan akan banyak pengalaman baru. Dan itu memang benar ! Tapi banyak orang yang tidak berpikir tentang proses yang ada di dalamnya, memang sebagian ada yang baik-baik saja dan sebagian lagi ada yang keras banget! Sebagai contohnya saya. Saya sudah masuk di jenjang perkuliahan dari siswa menjadi mahasiswa. Saya sudah berada di level yang cukup tinggi dari sebelumnya.

Seperti orang bilang, perkuliahan itu mengasyikkan, tapi menurut saya untuk sekarang ini, perkuliahan itu pembunuhan secara perlahan. Di mana ketakutan dan kehausan akan keamanan terus keluar dari pribadi ini. Tidak seperti yang lain, yang senang nongkrong di jurusannya masing-masing, ini saya malah lebih senang kalau lagi ada di jurusan orang. Tidak habis pikir, di jurusan saya itu memang tidak aman, apa lagi saya masih hawa maba gitu, yang di incar oleh senior-senior untuk di mainin layaknya boneka, walaupun di apa-apain gak berhak untuk melawan. Namaanya juga SENIOR !! Senior itu banyak maunya, dikit dikit itu, dikit dikit lagi ini. Senior itu cari untung, gak mau rugi, ada maba, suruh sana, suruh sini. Kasih uang untuk beli sesuatu, uangnya gak cukup, mau di apa lagi, dompet terkuras lagi ! Mau di apa, kami cuma Maba.

Ngelapor kejurusan atau dosen itu cuma cara mati ke dua, kalau senior tau kita yang ngelapor, matilah kita, bakalan di incar,tambah gak aman hidup ini di kampus. Niatnya menuntut ilmu, malah lebih fokus ke keamanan. Waktu paling aman itu cuma pas kuliahnya, sudahnya itu. Maunya pasti langsung pulang, gak nongkrong atau singgah di sekitaran jurusan. Namanya juga cari aman, amanan di rumah -_-. Saya sudah tidak sabar untuk masuk ke semester selanjutnya, di mana hawa-hawa maba sudah hilang. Lebih gak sabar lagi jadi senior. Mau rasain namanya Senioritas ! Tapi saya tidak punya niat untuk balas dendam, saya cuma mau memperhatikan dan di perhatikan. Itu saja.

Saya harap di waktu yang dekat ini, para senior akan sadar tentang hal ini. Kami kuliah untuk menuntut ilmu, bukan untuk meladeni kalian. Terimakasih ...

"Pribadi yang kuat tercipta dari proses yang kuat pula" - Senior G

Sabtu, 27 September 2014

Ketika Abu-abu berganti dengan Hitam

Assalamualaikum kawan !

Hai kalian para pencari Ilmu. Bagaimana kabar kalian ? Bagaimana masa-masa sekolah dan perkuliahan kalian ? Saat ini saya sudah memasuki jenjang perkuliahan, dan rasanya itu berbeda sekali dengan suasana sekolah dulu. Kini ku bukan Siswa lagi, saya sudah ada di atasnya, kini saya sudah menjadi Maha-siswa. Siswa yang lebih komplit dan berpikiran luas. Memang saat ini saya belum merasakan penuh yang namanya kenikmatan kuliah. Kurang lebih dua bulan saya baru merasakan namanya perkuliahan.

Sekarang saya mau cerita cerita sedikit tentang kehidupan saya waktu masih mengenakan seragam putih Abu-abu dan sedikit membandingkan dengan masa perkuliahan dengan seragam putih hitam.

Masalah kesenanganan, tak akan pernah tergantikan kesenangan yang terjadi saat saya masih "abu-abu", saya yakin tak ada kebahagiaan yang lebih baik dari kebahagiaan itu selama saya mencari ilmu. Mulai dari teman , ke guru, ke pelajaran, ke sekolah. Pokoknya masa Putih abu-abu adalah masa yang paling membahagiakan. Walaupun mungkin di perkuliahan nanti ini ada kesenangan tersendiri, tapi saya yakin masa yang lalu lebih bahagia saat saya masih berjenjang Putih Abu-abu.

Kemudian masalah kepedihan, walaupun baru beberapa bulan merasakan yang namanya perkuliahan. Kepedihan yang saya rasakan sudah begitu besar, mengalahkan kepedihan di saati Putih Abu-abu dulu, Mungkin yang bisa merasakan apa yang saya rasakan hanyalah satu angkatan saya dalam jurusan yang saya pegang sekarang. Tapi tak apalah, seperti kata "Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian" Itu prinsip yang saya pegang untuk sekarang ini, untuk melewati semua ini.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan di masa masa abu-abu ke hitam. Tapi biarkanlah ini jadi cerita rahasia saya dengan Tuhan ... 

Seperti kata guru "Andalanku" : Kita tidak akan merasa berat hati dengan apa yang di kerjakan, apabila kita mengerjakannya dengan keikhlasan ...

Wassalam ... 

Ketika Diam Hanya Satu-satunya Pilihan

Selamat pagi jiwa yang sepi. hahah singgung diri sendiri ! Sekarang saya mau cerita sedikit tentang omongan-omongan yang sering keluar dari mulut orang. Kata orang, gak usah bicara kalau gak ada artinya. Eh.. menurut saya setiap kata itu ada arti nya loh, benar gak ? Yang ada itu cuma kata yang gak ada tujuannya. Mereka ngomong pasti ada tujuannya kan, yang aneh itu ngomong tanpa tujuan. Bahasa Inggrisnya sih "Bullshit".

Khusus ni orang yang sedang maupun sudah menjalin hubungan, pasti sudah merasa betapa penting nya mnejaga tutur kata terhadap pasangan sendiri kan. setiap kata pun di jaga demi perasaan pasangan kan. Merangkai kata yang romantis, deehhh . haha Merangkai kebohonga deeehhh. haha tapi semuanya mereka lakukan demi kelanggengan hubungan. haha

Adat berbicara memang perlu di jaga. Dan pembuktian dari apa yang kita ucapkan itu paling penting, Dalam artian "Jangan Hebat di Omongan saja". Banyaik orang yang sok sok mengaku hebat atau apalah yang penting meninggikan derajat pribadinya dengan omongan-omongan super, tapi eh padahal payah banget -_-.

Soal omongan juga nih, ketika ada masalah, baik pribadi maupun kelompok. Kadang kita tau kebenarannya, tapi kita tidak bisa mengucapkannya kepada mereka, karena berbagai hal. bisa karena dalam keadaan tertekan, tak ada waktu berbicara dll. Memang sulit kalau hidup dengan penindasan, kebenaran pun tertindas. Yang salah nyatanya jadi benar. 

Tutur kata memang harus di jaga, menjaga setiap lisan yang keluar dari mulut kita, selain enak di dengar, tidak ada juga yang tersakiti dengan perakataan kita. Kadang orang banyak ngomong, sok pintar, sok bijak, tapi nyatanya nyakitin perasaan orang lain, Bagi Pribadi saya sendiri, ada satu prinsip yang saya pegang , yaituuuuuuuu .....

"Lebih baik saya mengucapkan banyak omong kosong, dari pada satu kata yang menyakitkan hati"

Selamat Pagi dan selamat Beraktifitas ..... !!!